Home  |   About Us  |   Contact Us
021 8690 6782

021 8690 6781

0816 1740 8900

sales@alatlabor.com

 
Home   »   Artikel   »   Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan Inkubator lab
 

cb_150.jpg

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan Inkubator lab

Rabu, 19 Desember 2018

Kita sudah pernah membahas mengenai cara menggunakan incubator laboratorium, kali ini kita akan membahas hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan inkubator laboratorium.

 

Incubator merupakan sebuah perangkat yang memungkinkan mengontrol kondisi lingkungan, seperti suhu dan klembapan. Sering digunakan unuk pertumbuhan bakteri, atau memberikan lingkungan yang cocok untuk kondisi biologis atau reaksi kimia.


Dalam penggunaanya pada proses percobaan di laboratorium, funsi incubator dikategorikan kedalam dua macam yakni:


• Dalam mikrobiologi, inkubator adalah sebuah perangkat untuk mengontrol suhu, kelembapan, dan kondisi yang mikrobiologikal.
• Dalam bioteknologi, inkubator digunakan untuk mengatur suhu lingkungan suatu objek pengamatan.

Berbagai macam incubator diproduksi oleh perusahaan manufaktur dan beredar dipasaran dengan spsifikasi yang berbeda. Diantaranya yaitu incubator model CB 150 model incubator satu pintu dengan satu kaca display.

Berikut adalah spesifikasi dari incubator model CB 150.

Spesification : 

 

CB 150  
Exterior dimensions  
Width (mm) 680
Height (incl. feet) (mm) 920
Depth (plus 54 mm for door handle and connection) (mm) 715
Wall clearance side / rear (mm) 50 / 100
Number of doors (ea.) 1
Inner glass door(s) 1
   
Interior dimensions  
Width (mm) 500
Height (mm) 600
Depth (mm) 500
Interior volume (l) 150
Stainless steel shelf (number standard/max.) 3 / 6
Dimensions of shelf, width x depth (mm) 495 x 444
Load per shelf (kg) 10
Permitted total load (kg) 30
Weight (empty) (kg) 107
   
Temperature data  
Temperature range from 7 °C above ambient temperature to (°C) 60
Temperature variation at 37 °C (± K) 0,3
Temperature fluctuation (± K) 0,1
Recovery time after door was opened for 30 sec. at 37 °C (min) 1) 3
   
Humidity data  
Humidity (% RH) 95
   
CO2 data  
CO2 range (Vol.-% CO2) 0-20
Setting accuracy (Vol.-% CO2) 0,1
Recovery time after doors was opened for 30 sec. at 5 vol. % (min.) 1) 7
CO2 measurement IR
Connection hose nozzle for CO2 DN 6 for hose with internal diameter (mm) 6
   
O2 data  
O2 range (Vol.-% O2) 0,2 - 95
Setting accuracy (Vol.-% O2) 0,1
Recovery time after door was opened for 30 sec. (min.) 1)  
at 1.0 vol. % O2 (min.) 33
at 5.0 vol. % O2 (min.) 10
O2 measurement ZrO2
Gas connection hose nozzle for O2 / N2 DN 6 for hose with internal diameter (mm) 6
   
Electrical data  
Voltage (± 10%) 50/60 Hz (V) 230
Nominal power (kW) 1,3
Energy consumption at 37 °C (W) 2) 100

 

 

Dalam proses pemasangan atau perakitan ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan yaitu:

1. Memasang Rak


• Periksa bagian kiri dan kanan tempat siku-siku terpasang dengan benar. sangkutan di bawah mengarah ke bawah ditempatkan di sisi depan dan sangkutan samping ditempatkan di paling dalam
• Masukan sangkutan samping ke dalam suatu lubang dari siku sebagai pendukung dan tekan sisi belakang dengan benar.
• Masukan sangkutan bawah ke dalam suatu lubang dari siku sebagai pendukung dan pasang dengan benar.
• Pastikan bahwa masing-masing siku terpasang horisontal dan terpasang semua dengan benar.
• Atur semua siku dan periksa siku sebelah kiri dan kanan pastikan terpasang di ketinggian yang sama.
• Letakkan suatu rak di siku yang sudah terpasang.


2. Meletakkan sample dan bejana ke dalam bilik inkubator


• Menghilangkan uap lembab dari sample atau bejana
• Buka pintu. pintu tersebut akan menutup oleh magnet
• Tempatkan sample di suatu jarak aman pada rak yang seragam.
• Tutup pintu dengan hati-hati hingga benar-benar tertutur rapat. Jikai pintu itu tidak tertutup dengan sepenuhnya, pengoperasian tidak akan berjalan.


3. Menghubungkan steker induk


• Pastikan bahwa switch power dan saklar induk dalam keadaan padam. Sambung steker induk pada saluran AC.

Tahap selanjutnya adalah pengoperasian incubator. Dalam prakteknya ada beberapa hal yang harus dilakukan agar alat berjalan dengan baik yaitu:


1. Pengaturan Pengaman Suhu
• Pengaturan untuk pengaman suhu. Putar pengatur untuk melakukan penyesuaian hingga menunjuk pada suhu aman. Umumnya suhu yang diatur 10oCyang lebih tinggi dibanding pengaturan suhu dalam bilik inkubator.
• Jangan menetapkan suhu pada 70 o C atau yang lebih tinggi


2. Pengaturan, memulai dan menghentikan penunjuk kendali


• Menyalakan tombol komponen dan power. Dalam 5 detik akan muncul “cP” dan indikator suhu.
• Pengaturan suhu dapat dilakukan baik ketika dioperasikan atau tidak.
• Untuk mengatur penunjuk kendali tekan tombol “run/stop”. LED suhu akan berkelip. LED pemanas menyala jika telah aktif.
• Menghentikan pengaturan penunjuk kendali dengan menekan tombol “run/stop”. Kelipan LED suhu berubah menjadi bercahaya.
• Pastikan penunjuk kendali telah mati sebelum mematikan tombol power. Jika tidak, alarm peringatan akan berbunyi.
• Jika tidak digunakan dalam waktu yang alam, matikan tombol power dan komponen serta cabut steker dari terminal AC.

 

3. Pengaturan, memulai dan menghentikan modus pengatur waktu.


• Mengatur suhu dari penunjuk kendali sebelum mengatur nilai dari pengatur waktu.
• Mengatur waktu pada pengatur waktu untuk semua modus operasi. Pengaturan dapat dilakukan baik dibawah pengendalian maupun penghentian.
• Untuk memulai secara pengoperasian otomatis tekan “set” dan pengendalian siap dimulai
• Jika waktu telah terhitung habis, maka pengoperasian yang telah diatur otomatis akan berhenti.
• Hentikan modus operasinya terlebih dahulu, Kemudian tekan tombol power untuk mematikan inkubator.
• Jika tidak digunakan lagi dalam waktu lama, tekan tombol power, lalu cabut steker dari terminal AC.
Setelah pemasangan selesai, dan petunjuk pengoperasian dipahami. Ada satu hal lagi yang harus menjadi perhatian serius agar terhindar dari kecelakaan saat bekerja yaitu:


1. Memperhatikan tanda peringatan


Bahan pelarut organik atau bahan yang mudah terbakar dan meledak tidak bisa digunakan dalam ruang inkubator. Misalnya nitrat,peroksida, garam nitrat, pelarut organik, dll. Ini disebabkan karena fungsi, sifat dan ciri-ciri beberapa bagian dari inkubator jika dipanaskan akan berada pada suhu yang tinggi. Jika pengguna menyentuh satu bagian-bagian yang dilarang selama operasi, atau mengoperasikannya dengan cara yang salah, bisa dipastikan pengguna akan mengalami kecelakaan yang tak diduga. Hati-hati dengan tanda peringatan untuk keselamatan dan untuk mencegah kecelakaan kerja.

• Dangerous ( Berbahaya)
Mengindikasikan suatu situasi yang sangat beresiko akibat kekeliruan kerja yang dapat berakibat kematian atau kecelakaan yang serius.
• Warning (Peringatan)
Mengindikasikan suatu situasi yang berpotensi beresiko akibat kekeliruan kerja yang dapat berakibat kematian atau kecelakaan yang serius.
• Caution ( Perhatian)
Mengindikasikan suatu situasi yang berpotensi beresiko akibat kekeliruan kerja yang bisa berakibat kecelakaan atau luka fisik.


2. Warning Label ( Label Peringatan )


Suatu label peringatan terdapat pada alat untuk menunjuk suatu ketentuan yang penting. Ketentuan yang terlampir dinyatakan sebagai di bawah pada label.

Menjaga agar alat awet dan kinerjanyapun dapat baik dalam waktu yang cukup lama tentunya dibutuhkan suatu perawatan yang berkala dan rutin dilakukan. Ini mencegah timbulnya kerusakan dan berperan dalam meminimalisir kecelakaan kerja. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses perawatan.


1. Pengujian sambungan utama
sambungkan steker utama. Nyalakan saklar utama dan tekanan uji tombol dengan suatu tongkat. Ketika saklar dipadamkan, maka berjalan normal. Jika tidak bekerja secara normal, hentikan operasi dengan segera dan hubungi agen. Hal tersebut mungkin disebabkan satu resiko akibat kejutan listrik

2. Perubahan Dari Sekring
Matikan tombol power dan peralatan untuk keselamatan sebelum mengubah sekring.
tempatkan ujung obeng minuts ke dalam alur dari sekring . Penyangga dapat dikeluarkan oleh ujung obeng.
Kaitkan sekring baru dengan daya yang sama . Kapasitas ditunjukkan di bagian logam dari sekring yang logam.
Pada suatu kapasitas tertentu, daya muat sekring tidak bisa menahan arus berlebih yang terjadi di dalam unit dan mungkin dapat mungkin menyebabkan satu kecelakaan.
Jika sekring yang baru meletup segera setelah diubah . Hentikan pengoperasian dengan segera dan memeriksa unit yang sambungkan ke terminal AC.

3. Perawatan
Matikan tombol komponen dan cabut steker dari terminal AC sebelum dibersihkan.
Bersihkan dengan kain yang lembut atau handuk basah. Jika diperlukan gunakan netral detergen dan lengkap dengan penyekanya.
Ketika membersihkan bilik, keluarkan komponen pendukung dari siku-siku.

 

sumber : http://gurumudabicara.blogspot.com/