Home  |   About Us  |   Contact Us
021 8690 6782

021 8690 6781

0816 1740 8900

sales@alatlabor.com

 
Home   »   Artikel   »   Apa Itu Titrasi?
 

CaraTitrasi2_32_1.png.jpg

Apa Itu Titrasi?

Kamis, 3 Desember 2020

 

Pada dasarnya titrasi adalah merupakan metode kimia untuk bisa menentukan konsentrasi larutan. Caranya adalah dengan mereaksikan larutan dalam volume tertentu dengan larutan lain yang konsentrasi zatnya sudah diketahui. Larutan yang sudah diketahui ini disebut larutan beku.

 

Sementara tujuan titrasi sendiri adalah untuk mengetahui tingkat pH sebuah zat kimia. Titik akhirnya adalah ketika terjadi perubahan warna pada indikator.

 

Pengukuran titrasi ini biasanya menggunakan beberapa alat khusus, antara lain buret, statif, tabung erlenmeyer, karet penghisap, gelas arloji, pipet tetes, labu takar, dan pipet volume.

 

Salah satu syarat titrasi agar berjalan dengan baik di antaranya ditandai dengan reaksinya yang berlangsung cepat, bahkan dapat menggunakan katalis untuk mempercepat terjadinya reaksi. Selanjutnya, reaksi berlangsung sederhana dan persamaan stokiometrinya jelas.

 

Kemudian tidak terjadi reaksi sampingan yang bisa mempengaruhi reaksi utama. Lalu, apa saja jenis titrasi dan bagaimana cara melakukan titrasi tersebut? Berikut ulasannya yang perlu Anda ketahui.

 

Jenis Titrasi

Berdasarkan jenisnya, titrasi tersebut terbagi dalam empat  jenis. Adapun tiga jenis tersebut adalah titrasi redoks, titrasi kompleksasi, dan titrasi asam basa serta argentometri. Untuk lebih jelasnya mengenai ketiga jenis titrasi ini bisa Anda simak dalam ulasan berikut ini.

 

Titrasi Redoks

Untuk jenis titraksi redoks adalah jenis titrasi yang prosesnya dengan reaksi redoks. Redoks dalam titraksi adalah masih terbagi lagi menjadi tiga.

 

Yakni yang menggunakan I2 dan merupakan titraksi tidak langsung. Hal ini karena I2 yang bereaksi masih dibuat dengan reaksi redoks sebelumnya. Sementara untuk jenis kedua adalah titrasi iodometri yang digunakan langsung dalam I2 dan bisa disebut reaksi langsung. Jenis redoks ketiga ialah permanganometri dimana reaksinya memanfaatkan ion Mn2+.

 

Titrasi Kompleksasi

Titrasi jenis kompleksasi ini sebenarnya adalah titrasi yang menggunakan reaksi kompleksasi maupun pembentukan ion kompleks. Penggunaannya biasanya untuk menganalisis kadar logam. Bila Anda ingin melakukan titrasi jenis ada beberapa hal perlu dipertimbangkan. Ini lebih dikarenakan pembentukan ion kompleksnya sangat spesifiki di saat kondisi tertentu.

 

Titrasi Asam Basa

Jenis yang ketiga dari titrasi adalah titrasi asam basa. Sebenarnya untuk titrasi ini lebih mengacu pada metode analisis kuantitatif dengan berdasarkan reaksi asam basa. Indikator yang digunakan biasanya yang bisa memprofilkan perubahan warna dalam pH tertentu.

 

Titrasi Argentometri

Jenis terakhir ini adalah titrasi argentometri. Titrasi ini adalah titrasi yang biasa digunakan untuk reaksi pengendapan. Berdasarkan prinsipnya titrasi argentometri mengenai kelarutan serta juga tetapan hasil dari reagen yang bereaksi. Metode untuk titrasi Argentometri ini dibedakan menjadi metode Mohr, metode Volhard, dan metode Fajans.

 

Cara Melakukan Titrasi

Dalam melakukan titrasi, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan. Terutama peralatan yang digunakan seperti buret, statif, dan klem serta erlenmeyer. Jangan lupa juga untuk menyiapkan larutan baku yang konsentrasinya bisa diketahui dan larutan ini ditempatkan pada buret. Larutan ini disebut dengan larutan penitrasi dan harus sudah diketahui konsentrasinya.

 

Untuk larutan tersebut ditempatkan dalam sebuah labu titrasi dan selanjutnya disebut sebagai larutan yang dititrasi dan volumenya harus sudah diketahui. Larutan yang dititrasi selanjutnya dapat diteteskan indikator asam-basa. Proses pentetesan bisa dihentikan ketika titik akhir titrasi tercapai. Saat seluruh zat telah habis bereaksi, larutan indikator tersebut akan berubah warna.

 

Untuk lebih mudah belajar cara titrasi, coba kalian perhatikan langkah-langkah berikut ini.

Langkah 1:

Larutan yang akan diteteskan dimasukkan ke dalam buret (pipa panjang berskala). Larutan dalam buret disebut penitrasi.

Langkah 2:

Larutan yang akan dititrasi dimasukkan ke dalam erlenmeyer dengan mengukur volumenya terlebih dahulu memakai pipet gondok.

Langkah 3:

Memberikan beberapa tetes indikator pada larutan yang dititrasi (dalam erlenmeyer) menggunakan pipet tetes. Indikator yang dipakai adalah yang perubahan warnanya sekitar titik ekuivalen.

Langkah 4:

Proses titrasi, yaitu larutan yang berada dalam buret diteteskan secara perlahan-lahan melalui kran ke dalam erlenmeyer. Erlenmeyer igoyang-goyang sehingga larutan penitrasi dapat larut dengan larutan yang berada dalam erlenmeyer. Penambahan larutan penitrasi ke dalam erlenmeyer dihentikan ketika sudah terjadi perubahan warna dalam erlenmeyer. Perubahan warna ini menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi (titik ekuivalen).

Langkah 5:

Mencatat volume yang dibutuhkan larutan penitrasi dengan melihat volume yang berkurang pada buret setelah dilakukan proses titrasi.

 

Dari ulasan diatas dapat disimpulkan titrasi adalah perubahan konsentrasi zat kimia dengan menggunakan metode tertentu. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda mengenai titrasi.

 

Sumber : hyprowira com

 

Butuh buret kimia berkualitas dan terjangkau?

Disini tempatnya, ayo hubungi segera dan dapatkan penawaran menarik dari Kami.

 

Our Office : Jl. Radin Inten II No. 61A Duren Sawit
Phone : +62 816-1740-8900 / +62 821-1076-5187
Fax : (021) 8690 6781
E-mail : sales@anm.co.id - anugrah.niaga.mandiri@gmail.com
Website : http://www.anm.co.id

 

 

 

Tags : Tips merawat mikroskopMikroskop Stereo,  Preparat MikroskopFungsi dan bagian bagian mikroskopPreparat BiologiPreparat ZoologiPreparat BotaniPreparat Mitoses dan MiosesPreparat ParasitologiPreparat HistologiPreparat MikrobiologiPreparat Cell BiologiPreparat EmbriologiCara merawat MikroskopMikroskop StereoPreparat UniversitasMikroskop Disgital, Preparat BotaniPreparat HistologiFungsi Pipet TetesBagian Mikroskop Binokuler Beserta Fungsinya, Kelebihan Dan Kekurangan Mikroskop Digital, Mikroskop stereo berguna untuk melihat suatu dengan realistis gambar tiga dimensi dari seluruh objek, Mikroskop stereo, mikroskop binokuler, pengertian mikroskop, Cara Menggunakan Mikroskop&Perawatan Mikroskop, Apa itu Mikroskop Stereo?,  Sejarah Penemuan Mikroskop, Manfaat dari Mikroskop Siswa, Kenali Mikroskop Anda?,  Penemu Mikroskop Resolusi Tinggi Menangi Nobel Kimia, Sejarah Mikroskop part 1,  Sejarah Mikroskop Part II, Mengenal Mikroskop Elektron, Indonesia dapat Hibah 5 microscope seharga 5 Milyar !!, Mengenal Preparat secara Garis Besar, Cara Membuat dan Mengamati Preparat Mikroskop, Mengenal Preparat Mikroskop, Apa sih mikroskop stereo itu ?,   Cara Menggunakan Mikroskop Siswa, Ciri-Ciri Mikroskop Cahaya, Jenis – Jenis Mikroskop, Cara merawat Mikroskop, Mengenal bagian – bagian Mikroskop ?,  Mendeteksi Bakteri Mikroskop Solusinya