Home  |   About Us  |   Contact Us
021 8690 6782

021 8690 6781

0816 1740 8900

sales@alatlabor.com

 
Home   »   Artikel   »   Cara Merawat Mikroskop
 

bagian-bagian-mikroskop1.jpg

Cara Merawat Mikroskop

Kamis, 21 Juni 2018

 

Cara menyimpan, menggunakan, dan membersihkan mikroskop - Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah dilihat dengan mata.Mikroskop ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek , dimana sebelumnya sudah ada Robert Hook dan Marcello Malphigi yang mengadakan penelitian melalui Lensa yang sederhana.

 

Lalu Antony Vn Leuwenhoek mengembangkan lensa sederhana itu menjadi lebih kompleks agar dapat mengamati protozoa , bakteri dan berbagai makhluk kecil lainnya. Setelah itu pada sekitar tahun 1600 Hanz dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang dikenal dengan mikroskop ganda yang lebih baik daripada mikroskop yang dibuat oleh Antony Vaan Leuwenhoek.

 

Mikroskop berasal dari dua buah kata yaitu mikro yang artinya adalah kecil dan dari kata scopium yang artinya adalahh pengelihatan . Mikroskop adalah suatu alat yang berada didalam laboratorium yang memberikan bayangan dari benda yang diperbesar hingga ukuran tertentu hingga dapat dilihat dengan mata.

Bagaimanakah cara merawat dan menyimpan miroskop dengan benar, saya akan menjelaskan caranya seperti yang dibawah ini.

 

1.  Cara menyimpan mikroskop

 

Alat yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium memerlukan perlakuan  khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing. Perlakuan yang salah dalam menyimpan alat di laboratorium dapat menyebabkan kerusakan alat.

 

Cara  memperlakukan alat di laboratorium secara tepat dapat menentukan keberhasilan dan kelancaran kegiatan. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat di  laboratorium (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2011:22) yaitu :

  1. Aman Alat yang mudah dibawa, harganya mahal, peka dan mudah rusak, hendaknya disimpan  tersendiri dalam laci atau lemari yang terkunci supaya aman dari pencuri dan kerusakan.
  2. Mudah dicari Untuk memudahkan mencari letak masing–masing alat, maka alat tersebut perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan  alat (lemari, rak atau laci).
  3. Mudah dicapai/diambil Alat yang sering digunakan hendaknya disimpan sedemikian sehingga mudah  diambil dan dikembalikan. Mikroskop merupakan alat yang peka terhadap lingkungan, misalnya terhadap kelembaban, di daerah yang dingin atau di daerah yang lembab penyimpanan alat harus hati-hati, karena pada daerah lembab bila alat disimpan dalam lemari kemungkinan besar akan  ditumbuhi  jamur.

 

Pemeliharaan mikroskop sangat diperlukan dalam rangka kesinambungan  kegiatan laboratorium yang membutuhkan mikroskop sebagai alat bantu. Beberapa hal  yang harus diperhatikan terkait pemeliharaan mikroskop (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2011:57-59) antara lain :
  1. Mikroskop harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas debu dan bebas dari uap  asam dan basa. Untuk menciptakan lingkungan tempat penyimpanan mikroskop  tidak lembab, lemari  atau kotak tempat mikroskop disimpan harus diberi silika gel  yang bersifat higroskopis. Selain itu dapat pula diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur.
  2. Sebelum menyimpan mikroskop, bersihkan selalu mikroskop yang telah dipakai. Jangan sekali-kali menyimpan mikroskop yang preparatnya masih tertinggal di atas meja mikroskop. Selain merupakan pertanda jelas suatu kelalaian/kecerobohan juga  dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada preparat yang pada akhirnya akan mengkontaminasi lensa.
  3. Sebelum menyimpan mikroskop, lensa objektif diauhkan dari meja preparat dengan  memutar alat penggeraknya ke posisi semula, kondensor diturunkan kembali, lampu  dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan (untuk mikroskop listrik).

 

2. Cara menggunakan mikroskop

Berikut ini cara menggunakan mikroskop yang benar dan benar (Departemen Pendidikan Nasional, 2008) :
  1. Meletakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan  pemakai.
  2. Memutar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi ‘klik’pada revolver.
  3. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang  berbentuk bulat (lapang pandang).
  4. Menempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda.
  5. Mengatur fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam atau memfokuskan memutar pemutar halus.
  6. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar dengan mengganti lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Untuk mengatur fokus, lakukan hal yang sama seperti langkah e.
  7. Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab. 

 

3. Cara membersihkan mikroskop

Bagian mikroskop non optik yang biasanya terbuat dari logam atau plastik dapat dibersihkan dengan menggunakan kain flanel. Untuk membersihkan debu pada bagian  mikroskop yang sulit dijangkau dengan kain fanel, maka dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera. Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor)  dibersihkan  dengan menggunakan tisu lensa yang diberi alkohol 70%. Jangan sekali-kali  membersihkan lensa menggunakan sapu tangan atau lap kain biasa karena dapat menggores lensa atau merusak lapisan (coating) pelindung lensa. Jangan lupa menghapus semua minyak imersi di permukaan lensa, sehingga  partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal serta mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan.
Hal ini menurunkan kemampuan lensa. Preparat yang tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda jelas suatukelalaian/kecerobohan. Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene). Pada penggunaan xilol haruslah hati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel pada bagian mikroskop non optik, karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik, dan juga jangan menggunakan larutan ini kebagian lensa yang lain kecuali produsennya menyatakan bahwa tindakan tersebut aman (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2011:58).
Pada saat kita mengamati benda/objek dengan mikroskop, dapat terlihat noda/bintik-bintik hitam, serat-serat halus seperti benang, buram, dan hal-hal lain yang  mengganggu pengamatan kita. Hal tersebut berarti, mungkin mikroskop sudah terkena jamur atau mungkin sistem lensanya sudah rusak.
Semoga artikel diatas dapat membantu Anda, jika Anda memerlukan Mikroskop dan Alat laboratorium lainnya silahkan hubungi kami.

 

Office  : Jl.Radin Inten II No.61A Duren Sawit Jakarta Timur

Email  : sales@anm.co.id

Telp  : 0816-1740-8900 / (021)-8690-6782

Fax  : (021)-8690-6781