Home  |   About Us  |   Contact Us
021 8690 6782

021 8690 6781

0816 1740 8900

sales@alatlabor.com

 
Home   »   Artikel   »   Labu Kjeldahl
 

labu.jpg

Labu Kjeldahl

Rabu, 19 Desember 2018

 

Labu kjeldahl adalah salah satu jenis gelas kimia, Labu ini hamper mirip dengan Labu Erlenmeyer hanya saja labu ini sering digunakan untuk destruksi bahan makanan dalam proses penentuan kadar protein khususnya makanan berbentuk padat, Labu kjeldhal terbuat dari bahan gelas atau bisa juga bahan pyrex, bentuknya menyerupai labu dan memiliki corong leher silinder yang cukup panjang.

 

Bagian bawahnya sangat cembung sehingga tak bisa membuat labu ini otomatis berdiri karena itu seringkali beaker glass digunakan untuk menyanggah labu ini agar berdiri.

 

Metode Labu Kjeldahl adalah metode dalam penetapan nitrogen total pada asam amino, protein dan senyama yang mengndung nitrogen. Sampel dari destruksi dengan asam sulfat  dan juga dikatalistor  yang sesuai akan menghasilkan ammonium sulfat. Setelah pembebasan dengan alkali kuat, ammonia yang berbentuk disuling uap dan secara kuantitatif ke dalam larutan penyerap dan di tetapkan secara titrasi.

 

Prinsip kerja

Terdapat 3 prinsip kerja untuk tabung kjeldah

 

  1. Digesi merupakan tahap dekomposisi nitrogen dalam sampel yang menggunakan asam pekat. Tahap ini di akhiri dengan mendidihkan sampel pada asam sulfat . hasil akhir digesi adalah ammonium sulfat
  2. Destilasi adalah tahap penambahan basa yang berlebihan ke dalam larutan digesi untuk mengubah NH4+ berubah jadi NH3 yang diikuti pemanasan dan kondensasi gas NH3 pada larutan.
  3. Titrasi adalah proses untuk mengetahui jumlah amoniak pada larutan, jumlah nitrogen dapat dihitung dari jumlah ion ammonia di dalam  larutan.

 

 

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN

Kentungan menggunakan Metode Kjeldahl.

  1. Secara internasional dan masih merupakan metode standar untuk perbandingan terhadap semua metode lainnya.presisi tinggi dan baik reproduktifitas telah membuat metode utama untuk estimasi protein dalam makanan.

 

Kerugian menggunakan Metode Kjeldahl.

  1. memberikan ukuran protein yang benar, karena semua nitrogen dalam makanan tidak dalam bentuk protein.
  2. Protein yang berbeda memerlukan faktor koreksi yang berbeda karena mereka memiliki urutan asam amino yang berbeda.
  3. Penggunaan asam sulfat pekat pada suhu tinggi menimbulkan bahaya yang cukup besar, seperti halnya penggunaan beberapa kemungkinan katalis teknik ini memakan waktu untuk membawa keluar.

 

PERAWATAN

  • Tabung kondensasi stainless steel pada alat distilasi harus dicuci sebelum memulai percoban. 
  • Pemakaian kondensor, suhu air tidak boleh melebihi 110 °F.
  • Awasi termometer dan aliran air dikatup kendali. 
  • Cuci peralatan dengan larutan lemah kaustik, dan bilas dengan aquades. 
  • Gunakan soda untuk menjaga perangkat tetap bersih dan mencegah penumpukan sisaan sulfat.

 

Apakah Anda sudah mengerti dengan penjelasan diatas? Terimakasih atas kunjungan Anda, tadi adalah contoh alat yang kami jual, jika Anda berminat silahkan hubungi kami disini.

 

  • Office : Jl.Radin Inten II No.61A Duren Sawit Jakarta Timur
  • Telp : 021-8690-6782
  • Fax : 021-8690-6781
  • Phone : 0816-1740-8900
  • Email : sales@anm.co.id

 

Tags : Incubator LaboratoriumIncubator Laboratorium BinderContoh IncubatorIncubator labFungsi Incubator LaboratoriumInkubator LaboratoriumDrying Oven Binder ED 23, Kegunaan Incubator, Alat – Alat BiologiGold Meter, Fungsi DesikatorFungsi Moisture MeterDesiccator Auto DryDissolved Oxygen MeterOven Binder, Fungsi DensimeterFungsi MED-01 Medical Packaging Tester labthinkLarutan BufferFungsi IncubatorGold TesterTimbangan LaboratoriumPreparat Mikroskop, Quick Digital Gauge, laquatin water quality checkerFungsi AutoclaveThermohygrometerAuto tensile testerLaboratory spatulaAmonium AsetatPH MeterWater BathWater Vapor RateThickness TesterClimatic ChamberApa itu PiknometerPengukuran Air Permeabilitas UapCara menggunakan Oven BinderSalt meterAlat ukur cuacaalat ukur curah hujanalat ukur intensitas hujanLahan Gambut