Home  |   About Us  |   Contact Us
021 8690 6782

021 8690 6781

0816 1740 8900

sales@alatlabor.com

 
Home   »   Artikel   »   Labu Kjeldahl
 

kjeldahl_flask_labu_kjeldahl_500ml_PYREX.jpg

Labu Kjeldahl

Sabtu, 21 Juli 2018

 

Apa itu Labu Kjeldahl?

Labu Kjeldahl adalah perangkat laboratorium berbentuk seperti labu yang bagian bawahnya berbentuk bulat sehingga labu Kjeldahl tidak dapat berdiri dengan sendirinya. Oleh karena itu, beaker glass sering digunakan sebagai penyanggah labu Kjeldahl.

 

Labu Kjeldahl sering digunakan pada proses destruksi protein atau analisa protein dengan menggunakan metode Kjeldahl. Pada analisa protein ( destruksi ), sampel yang akan diuji dimasukkan kedalam labu Kjeldahl secukupnya. Kemudian tambahkan dengan pelarut ( pada umumnya Kalium Sulfat atau Asam Sulfat) lalu dipanaskan hingga mendidih dan berhenti berasap. Dinginkan, lalu hubungkan dengan alat destilasi. 

 

Metode Kjeldhal adalah metode yang diterapkan dalam penetapan nitrogen total pada asam amino, protein dan senyawa yang mendukung nitrogen. Sampel didestruksi dengan asam sulfat dan dikatalisis dengan katalisator yang sesuai sehingga akan menghasilkan amonium sulfat. Setelah pembebasan dengan alkali kuat, amonia yang terbentuk disuling uap secara kuantitatif ke dalam larutan penyerap dan ditetapkan secara titrasi.

 

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN

Kentungan menggunakan Metode Kjeldahl

  • Secara internasional dan masih merupakan metode standar untuk perbandingan terhadap semua metode lainnya.
  • presisi tinggi dan baik reproduktifitas telah membuat metode utama untuk estimasi protein dalam makanan.

 

Kerugian menggunakan Metode Kjeldahl,diantaranya

  • memberikan ukuran protein yang benar, karena semua nitrogen dalam makanan tidak dalam bentuk protein.
  • Protein yang berbeda memerlukan faktor koreksi yang berbeda karena mereka memiliki urutan asam amino yang berbeda.
  • Penggunaan asam sulfat pekat pada suhu tinggi menimbulkan bahaya yang cukup besar

PERAWATAN

  • Tabung kondensasi stainless steel pada alat distilasi harus benar-benar dicuci dengan bersih.
  • Dalam pengoperasian kondensor, suhu air tidak boleh melebihi 110 °F.
  • Peralatan dapat tetap bersih dengan mencuci dengan larutan lemah kaustik, dan pembilasan dengan aquades.
  • Menetralisir dengan soda secara berkala untuk menjaga unit tetap bersih dan mencegah penumpukan sulfat.