Home  |   About Us  |   Contact Us
021 8690 6782

021 8690 6781

0816 1740 8900

sales@alatlabor.com

 
Home   »   Artikel   »   Bahan Kimia Laboratorium Yang Bebahaya
 

emsure_range[emsure_range-ALL]2.jpg

Bahan Kimia Laboratorium Yang Bebahaya

Sabtu, 22 Juli 2017

Bahan Kimia Laboratorium merupakan salah satu peralatan laboratorium yang digunakan dalam melakukan pengujian terhdap objek yang sedang diteliti.Bahan Kimia Laboratorium memiliki berbagai macam jenis dan kegunaan sesuai dengan kebutuhan laboratorium kita.

 

Dalam Penggunaannya bahan kimia laboratorium digunakan sesuai dengan ruang lingkup laboratorium,Misalnya laboratorium sekolah biasanya menggunakan bahan kimia laboratorium yang besifat tidak terlalu berbahaya.Bahan Kimia yang digunakan dalam laboratorium sekolah antara lain ;  Aluminium sulfat,Amoniak,Asam Klorida,Etanol 40%,Natrium hidroksida dll,

 

 

Bahan-bahan kimia berbahaya dapat dikelompokkan sebagai berikut(Imam Khasani, 1983)


1.      Explosif (mudah meledak) contohnya : kalium klorat, Trinitrotaluen(TNT), natrium nitrat, gas bertekanan tinggi, campuran belerang, karbon dan kalium klorat.

2.      Flamable (mudah terbakar) contohnya : metanol, eter, aseton, heksana, benzena, uap ini dapat bergerak menuju api sejauh 3 meter.

3.      Oxidazing Agent (bahan oksidator) contohnya : natrium nitrit/nitrat, kalium klorat, kaporit, asam sendawa, alkena, alkilbenzena dan sebagainya . Sekalipun tidak adaO2 dari luar dapat menyebabkan kebakaran .

4.    Bahan mudah terbakar oleh air, contohnya logam N a, K dan asam sulfat pekat

5.  Bahan mudah terbakar oleh asam contohnya logam paduan N a dan K, senyawa hidrida dan sebagainya .

6.  Gas bertekanan tinggi, misalnya gas-gas dalam tabung silinder dengan tekanan tinggi .

7 . Bahan-bahan beracun contohnya : C02, CI2, benzena, Kloroform, sianida dan sebagainya

8 . Bahan korosif contohnya : anhidrida asam, alkali, asam sulfat, fenol dan sebagainya .

 


Bahan tersebut mudah dikenali karena biasanya pabrik-pabrik bahan kimia telah melengkapi kemasannya dengan label-label dan lambing-lambang tertentuAkibat penggunaan bahan kimia tersebut di atas berbagai jenis bahaya mungkin dapat terjadi antara lain (Imam Khasani, 1986).

 

a.Keracunan, sebagai akibat masuknya bahan kimia ke dalam tubuh melalui paru-paru, mulut dan kulit . Keracunan dapat berakibat fatal misalnya hilang kesadaran atau gangguan kesehatan yang baru dirasakan setelah beberapa tahun setelah bekerja, atau menjelang pensiun .

b. Iritasi, sebagai akibat kontak dengan bahan kimia korosif, misalnya peradangan pada kulit, mata dan saluran pernapasan .

c. Kebakaran atau luka bakar, sebagai akibat peledakan bahan-bahan reaktif (peroksida dan bahan-bahan pelarut organik) .


Untuk mencagah terjadinya kecelakaan didalam laboratorium beberapa bahan kimia yang sering dipergunakan baik dalam industry maupun dalam labolatorium perlu dikenali sifat-sifatnya diantaranyaBeberapa jenis bahan kimia yang harus diperhatikan karena berbahaya adalah :

 

AgNO3S

enyawa ini beracun dan korosif. Simpanlah dalam botol berwarna dan ruang yang gelap serta jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar.Dapat menyebabkan luka bakar dan kulit melepuh. Gas/uapnya juga menebabkan hal yang sama.


HClC

airan yang tidak berwarna atau kekuningan tergantung pada kemurniannya, bersifat korosif,  mudah menguap. Mudah larut dalam air, alkohol dan eterUap HCl berbahaya terhadap sistem saluran pernapasan. HCI pekat bila mengenai kulit akan merusaknya dengan sempurna, sedang larutannya menyebabkan gatal-gatal (iritasi kulit).


H2S

Senyawa ini mudah terbakar dan beracunMenghirup bahan ini dapat menyebabkan pingsan, gangguan pernafasan , bahkan kematian


H2SO4

Berupa cairan menyerupai minyak, tidak berwarna, kadang –kadang berwarna coklat tergantung pada tingkat kemurnianya. Senyawa ini sangat korosif, higroskopis, bersifat membakar bahan organik dan dapat merusak jaringan tubuhGunakan ruang asam untuk proses pengenceran dan hidupkan kipas penghisapnyauap dan kabut asam sulfat sangat beracun dan korosif terhadap kulit, mata dan system saluran pernapasan (hidung tenggorokan, paru-paru) . Jika asam pekat terkena kulit menyebabkan luka parah yang amat sakit, jika kena mata walaupunsedikit akan merusak mata dan menyebabkan kebutaan.


NaOH dan KOH

Kedua basa ini mempunyai warna putih, mudah menyerap air dn CO2 dari udara, mudah larut dalam air alkohol dan gliserin.Timbul panas (eksoternis) apabila kontak dengan air, larutan pekat amat berbahaya terhadap kulit dan mata sangat korosif dan bisa merusak dengan sempurna.


.HCN

Senyawa ini sangat beracunHindarkan kontak dengan kulit. Jangan menghirup gas ini karena dapat menyebabkan pingsan dan kematian.

 

NH3

Gas ini tidak berwarna berbau tajam, sangat korosif dan berbaya terhadap saluran pernapasan( hidung dan tenggorokan), bersifat korosif bila bereaksi dengan bahan oksidator, halogen dan asam-asam kuat, cairan NH3 bersifat explosif terhadap logam berat(Ag,Pb dan Zn ) dan garam garam terutama garam halideMenghirup senyawa ini pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan pembengkakan saluran pernafasan dan sesak nafas. Terkena amonia pada konsentrasi 0.5% (v/v) selama 30 menit dapat menyebabkan kebutaan. Keterpaan uap dengan kadar rendah tetapi terus menerus dapat mengakibatkan iritasi pada mata, hidung saluran pernapasan bagian atas.

 

HClO4

Cairan tidak berwarna, higroskopis, asam pekat murni tidak stabil, tetapi akan stabil bila diencerkan, mudah larut dalam air dan larutannya dengan konsentrasi 71,6% dalam keadaan stabil.Asam ini merupakan oksidator kuat, dapat menimbulkan ledakan (exposif) dan api apablia kontak langsung dengan bahan mudah dioksidasi atau mudah terbakar, disamping itu asam ini beracun dan korosif
HFGas/uap maupun larutannya sangat beracunDapat menyebabkan iritasi kulit, mata, dan saluran pernafasan.

 

HNO3

Cairan transparan atau kekuningan tergantung pada tingkat kemurniannya, mudah menguap pada suhu kamar. Senyawa ini bersifat korosif., mudah bercampur dengan airUap nitrogen oksida dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, uap ini terbentuk lambat laun apabila HNO3 diletakkan berdekatan dengan HCI .