Home  |   About Us  |   Contact Us
021 8690 6782

021 8690 6781

0816 1740 8900

sales@alatlabor.com

 
Home   »   Artikel   »   Greenpeace : Sungai Citarum tercemar bahan kimia
 

images3.jpeg

Greenpeace : Sungai Citarum tercemar bahan kimia

Senin, 14 Oktober 2019

Jakarta (ANTARA News) - Laporan hasil penelitian organisasi kampanye lingkungan global, Greenpeace, yang dipublikasikan di Jakarta pada Rabu menunjukkan bahwa beberapa saluran air yang bermuara ke Sungai Citarum tercemar bahan kimia beracun.
Dalam penelitian yang dilakukan selama bulan Mei-Oktober 2012 di hulu hingga hilir Sungai Citarum, peneliti Greenpeace menemukan cemaran bahan kimia berbahaya di muara kanal dan badan air yang menjadi saluran pembuangan industri di sepanjang sungai.

Para peneliti menggunakan PH Bench Meter  untuk menemukan cemaran krom heksavalen (Cr6+) dan logam berat, diethyl phthalate (DEP), BHT, p-clorocresol dan turunan bahan kimia beracun lain dalam konsentrasi tinggi di saluran air menuju Citarum di Majalaya, Rancaekek, Cisirung, Dayakolot, Margaasih-Leuwigajah, Batujajar, Padalarang, Jatiluhur dan Karawang.

Saat memaparkan laporan yang berjudul "Bahan Beracun Lepas Kendali" tersebut, Juru Kampanye Air Bebas Racun Greenpeace Indonesia, Ahmad Ashov Birry, mengatakan, bahan-bahan kimia itu bisa menyebabkan macam-macam gangguan kesehatan, dari penyakit kulit, gangguang fungsi organ dan sistem hormon, sampai kanker.
"Temuan ini menegaskan bahwa kita kehilangan kendali atas keberadaan racun di alam. Kami temukan bahan kimia logam berbahaya di sejumlah titik lokasi," katanya.

Selain itu, Ahmad juga berpendapat, bahwa pemerintah seharusnya rutin memeriksa kadar air pada sungai di Indonesia. Selain menggunakan PH Bench Meter  penelitian terhadap tingkat keasaman dan zat dapat menggunakan Soil PH Meter.
Contoh gambar PH meter    :    

 

PH Bench Meter.                

 

 

 

 

 

 

Soil PH Meter.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : http://news.detik.com